Level Baru dalam Hidupku - Part 2
Ternyata bercengkrama dengan masa lalu pun tidak menyenangkan yang bisa mengobati rasa yang hilang itu, disaat itulah ak berpikir ak harus mengakhiri semuanya, mungkin ak hanya membutuhkan orang lain untuk mendengarkan keluh kesahku dan cerita-ceritaku. Hingga akhirnya ak menyudahi semuanya, ak hanya ingin membalikkan halaman berikutnya.
Tuhan ternyata tidak pernah meninggalkanku. Rasanya, semuanya datang tepat waktu. Hati sudah siap berjuang untuk masa depan, tanpa harus melihat kembali masa lalu yang sudah ak tutup rapat-rapat. Dan dia pun sepertinya membuka diri untukku. Penjajakan pun dimulai kembali tapi semua dari dia.Yaa tapi hati ini masih belum yakin tapi juga bahagia karena seperti ada magnet yang menariknya kembali.
Tidak mau berharap banyak dan saat itu ak hanya ingin ini yang terakhir. Udah capek yaa harus gonta ganti dan beradaptasi terus menerus. Penjajakan berjalan selama sebulan.. Akhirnya kami memutuskan untuk bersama.
Bahagia yaa pasti karena biasanya apa yang ak inginkan selalu terwujud dan ini adalah salah satunya. Mungkin dikarenakan umur kami juga yang sudah matang, yaa tujuan kami disini adalah untuk mengambil langkah berikutnya, ditambah dengan kemauan almarhum yang menginginkan hubungan ini tidak perlu dilama-lama lagi.
4 bulan pacaran, dia ngajak nikah. Wahh dalam hati berkata 'ga pernah terlintas untuk secepat ini juga' karena dulu ak tuh sangat tidak percaya sama hal yang seperti ini, pacaran bentar terus nikah?! wahh apa bisa..
Tapi karena ini adalah waktu dan orang yang tepat, yaa kenapa juga harus ditunda-tunda, jadi akupun menjawab iya untuk ajakan menikah itu. Selang dua minggu, dia berbicara dengan kedua orang tuaku.
Well, dimulailah perjalanan kami menuju pernikahan. Bisa di bilang ini termasuk yang tidak terencana. Hanya dalam waktu 6 bulan kami mempersiapkan semuanya. Ingat banget bulan Maret kami melakukan Kursus Pernikahan Pasangan, setelah selesai di hari terakhir itu, malamnya kami langsung mengadakan lamaran yang menurutku cukup sederhana, dikarenakan juga ibu dari pihak calon suami sudah meninggal, karena biasanya yang repot dan heboh itu adalah ibu-ibunya. Jadi, lamaranpun digelar sederhana, hanya keluarga kami dan beberapa teman dekat saja.
Setelah menemukan tanggal yang pas untuk kami melaksanakan pernikahan, kamipun mulai reservasi tempat resepsi dan juga jadwal pemberkatan, yang bisa dibilang semuanya harus paralel, tidak bisa duluan mana. Jadi saat menentukan jadwal pemberkatan, harus cek juga tempat resepsi. Tuhanpun kasih waktu yang terbaik buat kami, di detik-detik terakhir pada saat jadwal pemberkatan sudah sesuai, kami akhirnya berhasil mendapatkan tempat resepsi di tanggal yang sama, padahal saat itu kami masuk dalam waiting list.
Singkat cerita, kami melakukannya hampir semuanya sendiri. Bersyukur sekali kami mempunyai teman yang sudah terbiasa dengan dunia pernikahan, jadinya kamipun dibantu oleh mereka. Kenapa kami melakukannya sendiri? karena kebetulan ak hanya bekerja freelance jadi waktuku pun banyak dan ak senang dengan hal-hal ini, hmm jauh lebih puas aja kalau bisa mengatur sendiri.
Tepat, tgl. 14 September 2019 kamipun menikah dan diberkati dengan Romo yang memang ak inginkan dari dulu. Resepsi yang kami gelarpun sangat intimacy dan santai, tujuannya supaya kami bisa mengobrol dan ramah tamah dengan tamu kami.
Jadi, welcome me as a wife.. That's life begin in the different purpose of life
:))
Comments
Post a Comment