Level Baru dalam Hidupku - Part 1


Rasanya perjalanan hidup ini tidak akan pernah habisnya sampai dengan nafas terakhir kita. Ada kalanya kita merasakan bahagia, beruntung ataupun sebaliknya. Bertambahnya usia semakin banyak pengalaman yang mengajarkan banyak hal, bisa dari pihak eksternal ataupun karena kemauan kita. 
Semua seperti mengalir begitu saja, seperti halnya apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Mungkin ada beberapa orang yang tidak menyadari bahwa kehidupan ini saling bersinergi dan terkoneksi. Tidak menulis blog ini selama 3 tahun bukan berarti ak tidak pernah menulis lagi, namun hanya ak menulis tulisan pendek saja dibukuku, menceritakan seperti apa yang terjadi dalam setiap hariku. 
Perjalanan selama 3 tahun ini adalah masa yang memberikan banyak perubahan dalam hidupku, yang paling signifikan adalah statusku yang berubah, menikah. menjalani kehidupan seumur hidup bersama sama selamanya. Rasanya hal itu seperti tidak mungkin apabila di ingat kembali, proses itu seperti langkah cepat dan tepat bagi kami berdua untuk mengambil keputusan besar ini. 
Dulu, ak merasa bahwa pernikahan bukanlah jalan terbaik dalam hidupku ini karena ak merasa nyaman dalam statusku, ak bebas mau ngapain aja, ak bisa mengatur segalanya dengan mau dan keputusanku. Semua itu adalah aku. 
Namun, berjalannya waktu, rasanya ak begitu egois yaa mementingkan apa yang menjadi keinginanku. Pilihan tepat selalu datang tepat waktu juga. Memang ak adalah orang yang harus menyukai dulu. Yaa saat itu, ak masih ragu antara maju atau mundur untuk mengenalnya lebih jauh lagi, karena umur kami yang berbeda jauh dan tipikal orangnya yang 'tidak cukup ramah' untuk pertama kali berkenalan.
Mungkin dia tahu ada maksudku untuk berkenalan dengannya, yaa saat itu memang dia seperti sedang bersama orang lain, tapi niatku hanya cukup kenal dulu saja, tidak mungkin juga ak menyalip orang lain, tidak ada dalam kamusku untuk melakukan hal itu, well karena Tuhan juga tau musti ngapain, yaa kalau memang dia adalah untukku, Tuhan akan membukakan jalan. hehehe
Masih teringat jelas di dalam memoriku bahwa saat melakukan penjajakan (yaa ga ada salahnya kalau cewek yang melangkah duluan yaa) hampir selalu tidak menemukan kecocokan jadwal ataupun hal-hal yang menghambat semuanya, selain yaa mantan yang masih berhubungan, dia yang membatasi untuk mengenal atau hanya sebatas tahu ak saja.
Suatu saat semua proses itu bisa di bilang cukup melelahkan buat ak, karena ak merasa bahwa ini hanya sepihak saja. Akhirnya, ak kembali bercengkrama dengan masa lalu dan berusaha melupakan penjajakan itu. 






Comments

Popular Posts