Sacrifice of Love
Masih seputaran soal cinta.. entah kenapa hal ini membuat gw untuk tetap mencari tahu sebab dan mengapa..
Here's a story that i would like to share with you..
Sahabat gw baru kenal dengan seorang perempuan yang notabenenya as a tourist..
Ternyata cewe itu jatuh cinta sama seorang pria yang baru dia temui beberapa hari sewaktu dia liburan. Ini bener2 cinta pada pandangan pertama. Sayangnya, cewe ini harus kembali lagi ke tempat dia berada. Cewe ini cerita ke temen gw kalau dia beneran jatuh cinta sama seorang pria ini. Entah apa yang diberikan pria itu kepada cewe ini, hingga dia bisa jatuh cinta beneran. Dan si cewepun kembali ke asalnya dan hidup pun kembali normal.
Ga lama kemudian, gw dapat cerita dari sahabat gw ini kalau sang perempuan ini akan kembali lagi untuk mengejar pria tersebut.. Klise yaa.. perjuangan cintaaa!! Tapi ya emang ada yang seperti itu dan dengan seperti itu lah kita mengetahui apakah dia pantas untuk kita atau enggak..
So, she's back in town.. Hanya ada dua pilihan di tangan dia yaitu melanjutkan perjalanan cintanya atau cinta itu hanya berakhir sampai disitu saja.
Itulah cinta, kita tidak menebak bagaimana perasaan orang tersebut kepada kita walaupun kadang kita bisa merasa yakin dengan perasaan dan kesimpulan kita sendiri bahwa dia menerima cinta kita.
Cerita cinta perempuan itu berakhir dengan kesedihan.. Seperti tergores pisau tajam yang baru saja diasah, pelan tapi sakit. Cinta itu pun kandas karena pria itu pun tidak memberikan respon balik kepada cewe itu dengan alasan yang menurut gw kurang masuk akal. Tapi ya mau gmn lagi nasi sudah menjadi bubur. Hidup kita sapa yang tau.
Di balik cerita cinta ini, entah gw harus blg cewe ini itu begitu tololnya atau termakan yang namanya cinta. Dia meninggalkan kehidupannya yang lama untuk seorang pria yang belum pasti ini. Kehidupan lama yang sudah tertata dengan rapinya (anggap seperti itu).. Yaa itulah cinta yang kadang menghilangkan sisi logikanya. Sediihhh.. Kecewa.. dan hal itu bisa saja terjadi sama gw.. Tapi gw ga pengen menjadi seperti cewe itu ataupun cowo yang membiarkan cewe itu mengharapkan suatu harapan yang sebenarnya kosong.
Termakan akan perasaan itu wajar seyh kalau karena cinta. Tapi gw ga mau kehilangan akal sehat gw hanya karena gw mencintai seorang pria..
Here's a story that i would like to share with you..
Sahabat gw baru kenal dengan seorang perempuan yang notabenenya as a tourist..
Ternyata cewe itu jatuh cinta sama seorang pria yang baru dia temui beberapa hari sewaktu dia liburan. Ini bener2 cinta pada pandangan pertama. Sayangnya, cewe ini harus kembali lagi ke tempat dia berada. Cewe ini cerita ke temen gw kalau dia beneran jatuh cinta sama seorang pria ini. Entah apa yang diberikan pria itu kepada cewe ini, hingga dia bisa jatuh cinta beneran. Dan si cewepun kembali ke asalnya dan hidup pun kembali normal.
Ga lama kemudian, gw dapat cerita dari sahabat gw ini kalau sang perempuan ini akan kembali lagi untuk mengejar pria tersebut.. Klise yaa.. perjuangan cintaaa!! Tapi ya emang ada yang seperti itu dan dengan seperti itu lah kita mengetahui apakah dia pantas untuk kita atau enggak..
So, she's back in town.. Hanya ada dua pilihan di tangan dia yaitu melanjutkan perjalanan cintanya atau cinta itu hanya berakhir sampai disitu saja.
Itulah cinta, kita tidak menebak bagaimana perasaan orang tersebut kepada kita walaupun kadang kita bisa merasa yakin dengan perasaan dan kesimpulan kita sendiri bahwa dia menerima cinta kita.
Cerita cinta perempuan itu berakhir dengan kesedihan.. Seperti tergores pisau tajam yang baru saja diasah, pelan tapi sakit. Cinta itu pun kandas karena pria itu pun tidak memberikan respon balik kepada cewe itu dengan alasan yang menurut gw kurang masuk akal. Tapi ya mau gmn lagi nasi sudah menjadi bubur. Hidup kita sapa yang tau.
Di balik cerita cinta ini, entah gw harus blg cewe ini itu begitu tololnya atau termakan yang namanya cinta. Dia meninggalkan kehidupannya yang lama untuk seorang pria yang belum pasti ini. Kehidupan lama yang sudah tertata dengan rapinya (anggap seperti itu).. Yaa itulah cinta yang kadang menghilangkan sisi logikanya. Sediihhh.. Kecewa.. dan hal itu bisa saja terjadi sama gw.. Tapi gw ga pengen menjadi seperti cewe itu ataupun cowo yang membiarkan cewe itu mengharapkan suatu harapan yang sebenarnya kosong.
Termakan akan perasaan itu wajar seyh kalau karena cinta. Tapi gw ga mau kehilangan akal sehat gw hanya karena gw mencintai seorang pria..
Comments
Post a Comment