Celoteh Pagi

Pagi-pagi seperti biasa, saya naik kendaraan umum untuk berangkat ke kantor. Tapi hari ini ada yang berbeda dari biasanya, pertama, supir angkotnya ga takut sama yang namanya bahaya, menyetir sesuka hati. Yaa tapi menurut saya itu sudah hal yang biasa kalau supir angkot kayak begitu.
Hal lain adalah ketika saya melihat 2 anak kecil yang akan berangkat ke sekolah, ditemani dengan nenek kakeknya memperbincangkan tentang buang sampah sembarangan.
Adik : Lho kok buang sampah sembarangan seyh, kan ga boleh..
Kakak : Enggak kok, buangnya di selokan
Adik : Lho kalau buang di selokan nanti airnya mampet bisa banjir.. Bener ga kek?
Si nenek tiba-tiba nyeletuk : iyaa.. ga boleh buang sampah sembarang (sembari senyum)
Si kakek hanya tersenyum kecil.
Kakak: (tutup telinga ga mau dengar)

Tiba-tiba si Adik yang sedang pegang tissue membuang tissue itu keluar.
Kakak : Lho kok buang ke luar?
Adik : Buangnya kan di selokan. Itu ada selokannya.
Si kakek dan si nenek tersenyum kecil..

Pengen tertawa tapi prihatin juga. Kenapa kakek dan neneknya tidak menegaskan kepada cucunya bahwa membuang sampah sembarangan itu bukan contoh yang bagus.
Dan inilah yang disebut role model, adiknya menirukan apa yang dilakukan kakaknya walaupun sebenarnya adiknya tahu bahwa tindakan kakaknya itu salah.

So, jangan buang sampah sembarangan yaa.. hehehe..
Kalau saya seyh lebih memilih tas saya banyak sampahnya daripada saya harus membuang sampah sembarangan. Kadang-kadang saat membongkar tas atau saat mengorek2 saku celana saya suka menemukan bungkusan permen yang belum saya buang.. hihihihi. bukan jorok lho itu namanya.. hehehe

Keep our world clean start from you!!
Dan ajari anak-anak kita mana yang benar di lakukan, bukan menirukan apa yang sebenarnya salah.


Comments

Popular Posts