Permainan Cinta


Gw menemukan sebuah catatan singkat yang gw tulis th 2008, mengenai cinta!! oh la la.. hahaha.. 
 Here's the note:

Mencari jawaban yang pasti untuk sebuah pertanyaan akan yang namanya cinta tuh kayaknya susah bgt yaaa, selalu ada aja yang menganjal dan tidak bisa ditebak. Perjalanan cinta yang mulus maupun berkerikil pun pasti dihadapi oleh semua orang yang pernah mengalami cinta. Cinta yang memberikan kekuatan besar untuk kita bisa berkorban demi seseorang itu dan demi kebahagiaan orang itu. Cinta yang membuat kita deg-degan untuk berada disamping orang tersebut, cinta yang membuat kita takut untuk berkomitmen dan cinta yang memberi hawa nafsu. Karena cinta bisa membawa kita menjadi seseorang yang bukan diri kita sendiri, kadang kita menjadi bodoh, buta dan tidak tahu mana yang benar dan bohong. Cinta is about respect each other seyh, menurut gw. Walaupun banyak orang yang sudah mengartikan cinta 1001 macam tapi tetap aja cinta tuh absurb.

Menurut gw cinta tuh bukan sembarangan. Basi yaa kalo gw bilang cinta tuh suci tapi emang seperti itu kenyataannya. Klo kita ga bisa menganggap cinta seperti itu, mana ada orang yang masih setia sama pasangan even sudah banyak yang tidak setia.

 Tapi semua orang pengen yang terbaik untuk urusan cinta ini, happy ending lah yaa.. karena jika kita udah merasakan yang namanya cinta tuh seperti melayang dan terbang tinggi. Jangan sampai kita terlalu terbang tinggi hingga kita lupa untuk menginjak tanah. Why?? Its mean jangan berbuat bodoh karena kita akan lupa untuk menggunakan logika.

Ada manusia yang mau disiksa ketika pasangannya sedang marah terlebih pada perempuan yang mengalaminya, dengan alasan dia melakukan itu karena rasa cinta dan membiarkan pasangannya merasa puas dan bahagia, kebanyakan dari mereka akan berkata ‘gw ga bisa jauh dari dia karena gw sayang ma dia!’.. bla..bla…aneh kan?? Bukan aneh seyh menurut gw, tapi lebih pada bodoh!!! Gw seyh ogah (jgn sampe) dapetin orang yang menganiaya secara fisik even batin pun yaaa.. tapi siapa yang bisa menyalahkan kalo kita dikaseh orang yang kayak gtu.. diri sendiri?? Yaa semoga aja orang yang mendapatkan pasangan seperti itu, segera diingatkan dan kembali lagi pada Yang Kuasa, karena pasti ada sebab dan akibatnya dari semua itu. Kita juga ga tahu orangnya seperti apa saat baru dekat.. biasanya kejadian itu terjadi pada 6 bulan pacaran( setelah mengalami penjajakan, pengenalan, memahami satu sama lain, mulai bosan, mulai ga cinta, egois dan seenaknya dan tidak pernah menghargai pasangannya) baru deyh ketahuan ‘buruk rupa’nya! Tuhan?? Yaaa jgn pernah salahin Dia karena Dia pasti mempunyai alasan yang pasti kenapa kita diberi cobaan seperti itu.. yang penting pintar2nya kita aja dalam membaca situasi.. jgn kemakan buaian serta kebaikannya yang terlalu berlebihan.. ‘yang berlebihan dan berkekurangan tuh ga bagus’ kan?? Karena wanita ingin dipuji, hal inilah yang sedikit berbahaya bagi wanita yang mudah tergoda oleh buaian/ pujian. Gw tahu ngomong tuh gampang bgt tapi prakteknya nihil.. just trust urself for the better life!!

Kenapa gw paling senang obrolin tentang cinta?? Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa gw obrolin dan mungkin lebih seru tapi karena gw termasuk orang yang sangat suka dengan yang namanya ‘adam’ (love to much) walau hanya sekedar ngeceng aja juga ga masalah buat gw, ada di dalam kehidupan sehari-hari dan sering banyak dialami oleh hampir semua orang. Dan jujur aja, gw termasuk orang yang mudah jatuh cinta (dengan tipe2 tertentu, pastinya). Bukannya gw milih2 yaa mpe bisa ke idealis tapi ini demi kebaikan gw dan memudahkan gw untuk beradaptasi dengan pasangan gw.. its a good reason for me. Makanya kenapa gw obrolin juga mengenai cinta ini..

Sewaktu kita kecilpun, kita pasti membutuhkan cinta. Emang ga disadari tapi perhatikan deyh.. Saat kita mencari perhatian kepada orang lain bahkan orang tua sendiri, sebagaimana kita menangis untuk mendapatkan perhatian orang. Pernahkan terlintas dalam pikiran kita sesekali, coba deyh buka kenangan lama pasti kita punya koleksi foto-foto atau pin up (poster kecil) orang-orang yang kita sukai. Jujur, gw seyh pernah dan masih ada di rumah gw yang dulu. Gw sangat mengidolakan artis dan berkhayal tentangnya (bersama gw).. huueheue!!

Beranjak gadis, banyak hal yang terjadi seperti orang bilang ‘cinta monyet’ , dan kenyataannya benar. Sewaktu gw smp, pernah gw pacaran dengan orang (ya iyalah, masa ya iya donk) heuhe.. baru jalan dua bulan, gw minta putus dengan alasan gw bosen sama dia sampe diapun harus memohon (segitu pentingnya apa gw?) tapi tetep gw minta putus. Alhasil gw emang putus tapi kehidupan akademik dia jadinya hancur dan mengharuskan dia pindah sekolah sampai sekarang jujur gw belum pernah ngobrol ma dia hanya sebatas sapaan, itupun hanya sebatas senyum.. sawry!! Kejadian putus 2bulan terus terjadi mpe gw kelas 3, so klise bgt deyh alasannya.. gw harus konsen buat ebtanas lah dan kabur study tour bareng2 temen. Apa sekarang gw kena dampratnya yaaa?? Tidak ada yang bisa menyimpulkan.

Semakin dewasa ternyata semakin banyak masalah yang datang yaa dan terlebih masalah yang datang semakin kompleks. Nah untuk kita yang baru mengenal cinta, jangan pernah berhenti untuk belajar tentang cinta dan jangan pernah kapok yang namanya sakit hati. Kenapa gw bisa bilang gtu? Sakit hati tuh pelajaran yang berharga banget buat kita yang sudah mengalaminya karena bisa membuka mata kita lebar-lebar apa yang harus kita lakukan untuk menjalin suatu hubungan, mencari kesalahan kita dan berusaha untuk menghargai orang coz setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing2. Tapi ada aja seyh orang yang sering patah hati tapi ga pernah belajar dari kesalahan sebelumnya. Yaa mungkin dia tidak peka. Tidak mudah untuk menyatukan dua kepala ditambah dengan dua perasaan yang semakin hari bisa semakin bertambah atau berkurang. Berani jatuh cinta berarti berani sakit hati. Menurut gw seyh gtu aja dan so far gw menjalaninya cukup dengan lapang dada. Dan selalu gw menganggap bahwa ini adalah perjalanan hidup gw dan sesuatu yang menambah warna hidup gw.. ga kotor berarti ga belajar, slogan dari iklan sebuah detergen tuh cukup memberikan arti yang bagus.

Memang tidak mudah untuk menutupi yang namanya sakit hati apalagi terhadap orang yang sudah cukup lama ada dihati bahkan orang yang cocok untuk kita tapi lebih baik kita berpikir realities daripada harus dengan perasaan. Kita tidak sendiri, kita masih mempunyai orang-orang yang sayang sama kita. Hal ini susah bagi mereka yang belum pernah merasakan yang namanya sakit hati yang bener-bener menguras tenaga dan pikiran. Mereka yang sudah pernah mengalaminya at least sekali, mereka akan lebih santai walaupun sebenarnya mang ga bisa santai tapi easier tapi kembali ke individu masing-masing, belum tentu semuanya lebih santai tapi malahan lebih waspada.

Pengalaman memang mengajarkan segalanya, seperti halnya gw. Gw pernah sakit hati saat gw dalam tahap perkembangan menuju dewasa awal. Waa itu menurut gw berat banget karena gw berhubungan dengan seseorang saat gw masih remaja dan pembentukan karakter gw sedang berjalan. Saat itu, gw merasa bahwa gw nyaman dekat dengan dia, akhirnya hidup gwpun selalu bersama dia. Mungkin karena gw sudah terbiasa dengan dia dan kebutuhan afeksi gwpun tersalurkan (hahahha), saat gw putus dengan dia, rasanya amit-amit deyh!! Kayak mau mati.. seakan dipukul aja ga mempan. Gw pun harus nangis setiap hari sampai2 kuliah gwpun berantakan. Gw membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulihkan perasaan gw. Finally I can fixed it.

Dan hal yang terjadi di saat tahap perkembangan ini, kita mulai dihadapkan 2 pilihan yang mengharuskan kita memilih tanpa pertimbangan orang lain, itu merupakan keputusan yang sulit banget. Terlalu banyak pertimbangan membuat kita menjadi tambah bingung tapi kalau ga dipertimbangkan, kita ga bisa menjalani dua-duanya. Salah satu mang harus dikorbankan tapi pakailah logika dan cari positif-negatifnya juga untuk masalah cinta yaaa.. Perempuan bisa dibuat untuk sayang tapi pria ga bisa karena perempuan lebih dominan hati daripada otak.

Akhirnya gw belajar untuk tidak terlalu sakit hati tapi jujur gw juga sedang belajar. Toh sekarang gw bisa hidup tanpa dia, gw masih bisa ketawa, nambah teman, punya pengalaman yang bisa gw bagi dan bisa jatuh cinta lagi (the most important).

Menurut gw, dalam menjalani hubungan mang perlu satu komitmen tertentu tapi selama tidak berkomitmen dan dua-duanya tidak merugikan, itu tidak masalah buat gw. Karena kenapa?? Banyak pria yang sekarang lebih memilih tanpa status daripada berstatus karena menurut mereka, pria bisa berhubungan dengan orang lain tanpa harus diawasi dan adanya kebebasan, bukan karena mereka takut untuk berkomitmen. Dan ternyata menurut temen gw emang seperti itu karena temen gw termasuk orang yang sangat menyukai wanita. Tapi jangan takut masih banyak pria yang mau terikat.

Ada temen gw yang so antusias dengan yang namanya married. I guess its not the end of the problem deyh, malahan semakin kompleks masalahnya karena itu awal dari semuanya, banyak yang harus diurusi selain kebutuhan primer masing2 pasangan dan juga kebutuhan sekunder yang mungkin harus terpenuhi terutama dari perempuannya. Tapi gw ga pernah terlalu mencampuri urusan dia tentang masa depannya yang katanya hanya sebagai ibu rumah tangga saja, yang mengurusi anak sekolah, suami pulang kerja. It’s a choice.

Beda halnya teman gw yang satu ini, she’s lil bit afraid bout married or commitment. Mungkin karena pengalaman cintanya yang begitu tragis dan rencana nikah yang akhirnya buyar karena beberapa hal, padahal sudah tersusun rapi masa depannya, apa yang harus dilakukannya. Tapi itu tidak membuat dia untuk takut jatuh cinta lagi. Ada teman gw juga yang menikah hanya karena pertanggungjawaban atas bayi yang lahir di luar nikah tapi alhasil mereka mempunyai pasangan masing-masing namun mereka tetap menikah karena anak. Menurut gw, itu bukan suatu jalan yang terbaik deyh karena mereka menikah bukan karena cinta tapi karena keharusan. Mungkin dulunya, mereka saling cinta tapi perasaan mereka berubah.

Gw pernah ngobrol ma temen gw mengenai hubungan cinta. Ada 3 tipe tentang hubungan. Pertama, let it flow. Its mean jalani aja hubungan apa adanya dan entah harus dibawa kemana, lihat nanti dan bagaimana perasaan pasangan tersebut, apa semakin mendalam atau malahan semakin datar bahkan tidak sayang. Mungkin inilah yang bisa dikatakan pacaran saat kita masih mencari apa yang terbaik buat kita tanpa tahu kedepannya seperti apa. Hubungan ini bisa saja berlanjut ke level yang lebih dalam. Kita anggap aja namanya Dia. Dia ini menjalin hubungan, waktu terus berjalan dan mereka baik-baik aja tapi ada masalah yang mengharuskan mereka putus walau sebenarnya masalah itu tidak menjadi begitu masalah bagi kedua pasangan tersebut coz mereka juga masih muda dan bisa memberi semangat satu sama lain tapi karena adanya ‘push’ dari pihak-pihak yang tidak setuju dengan hubungan mereka dan akhirnya mereka harus putus padahal hubungan itu bisa berlanjut seandainya tidak ada piha-pihak yang mengganggu tadi.

Kedua, hubungan tidak serius atau have fun aja. Dari kata-katanya kita udah bisa menebak apa yang terjadi dalam hubungan ini, ga usah dibawa ribet dan tidak ada kata ‘berantem’ karena semua tidak dibawa perasaan. Hubungan ini bisa membuat kita menikmati hidup dan masih bisa mencari orang lain di samping kita. Selain itu, termasuk simbiosis mutualisme dimana setiap individunya merasa terpuaskan dan tidak ada yang rugi. Seperti si D yaitu seorang perempuan (kita anggap seperti itu aja), D baru berkenalan dengan seorang teman baru yang bisa di bilang lumayan dan ada tampang. Kebetulan teman barunya sedang kesal dengan cewe yang di dekatinnya, si D pun mengajak ngobrol dengannya. Setelah obrolan yang cukup panjang, teman baru si D ini mulai mengajak si D pergi dan jalan dengan si D tapi setelah teman barunya pulang ke kota lain, hubungan merekapun berakhir. Simpel tanpa ikatan and finish.

Sebenarnya banyak orang yang terjebak dengan hubungan ini karena awalnya karena cuman senang-senang tapi malahan mereka menjadi menggunankan hati dan akhirnya pun membentuk suatu komitmen atau bisa menyebabkan salah satu pihak dirugikan karena sudah menggunakan perasaan, biasanya pihak perempuan kebanyakan dirugikan tapi ga semuanya.

Ketiga, hubungan serius. Yaa hubungan ini seyh semua orang juga tahu kalo tujuan dari hubungan ini yang ke jenjang yang lebih tinggi levelnya, bisa mpe married, at least tunangan klo tiba-tiba ditengah hubungan terjadi sesuatu diluar dugaan. Gw menemukan hampir semua orang menjalani hubungan ini dan berangan-angan bahwa mereka akan bisa bersama selamanya, teorinya seyh gitu. Who’s know it would be a different way..

Seperti yang pernah Dia alami walaupun dia merasa bahwa belum ada persetujuan dari orangtua kedua belah pihak tapi mereka udah saling janji bahwa kita bisa sampai married. Tapi apa hasilnya?? Kacau dan merekapun jalan masing-masing. Yaa kadang manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan. Lain halnya temen gw, sebenarnya gw menyayangkan akan hal ini tapi itu udah keputusannya. She’s have a plan for her wedding imagine how is looks like, mencari tahu tentang bajunya sampai tempatnya. Perjalanan cintanya pun terhitung cukup lama dan segalanya pun buyar karena sifat manusia yang tidak bisa dipungkiri. No one could blame it.

Entah kenapa yaa kita ga bisa matokin hubungan kita mau seperti apa? Dibawa kemana? Aturan-aturan yang berlaku dalam pacaran (ada yaa?) sama sapa orangnya? Semua datang tanpa diundang.. Temen gw juga suka bilang kalo jodoh tuh jorok, entah maksudnya apa tapi menurut gw dalam keadaan apapun, dalam situasi apapun kalau ada orang yang suka ma kita yaa saat itulah, ga pke diatur dan  biasanya kita tidak mengharapkan atau kadang tidak sesuai dengan tipe.

Tapi jangan sesekali kita seperti mempunyai sepatu yang baru dibeli, awalnya kita suka banget makenya.. disayang2, dirawat, dibersihin tapi disaat sepatu itu udah ga bikin kita look nice, jorok, keinjak-injak kita jadi membuangnya. Yaa jangan awalnya semangat tapi setelah dijalani ada perasaan jenuh, pengen selingkuhlah or thinking that he/she isn’t the best. Makanya kenapa gw lebih memilih berlian dalam hidup gw karena berlian tuh abadi kan semakin kita merawatnya, diasah atau dilap setiap hari kilauannya makin terlihat. Everlasting dan precious. That’s im talking bout. Yah gw ngomong berlian, karena cuman gw suka berlian. Hahah..

Seperti halnya teman gw yang satu ini, dia sangat tidak bisa sendiri dan menginginkan orang lain ada disisinya selalu. Katanya seyh buat motivator tapi kenapa setiap dia sudah mendapatkan apa yang dia mau, selalu muncul kata bosen dari mulutnya. Menurut gw (mungkin) karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya dia mau dalam suatu hubungan. Maksudnya seyh mencari apa yang yang terbaik buat dia karena (mungkin) dia tidak tahu apa yang terbaik buat dirinya sendiri. Kenapa gw bilang mungkin mulu? Yaa gw mana tahu apa yang sebenarnya dalam hati dia.. heuheu.

Tapi mang bener seyh kalau kita mencari yang terbaik buat kita itu adalah untuk membuat kita merasa nyaman dalam menjalani hubungan kita. Tapi kalau kita terus mencari yang terbaik untuk kita, kapan kita tahu kalau seseorang itu  yang  terbaik buat kita setidaknya kita menjalani dengan seseorang dengan melakukan apa yang harus kita lakukan supaya hubungan kita bisa dipertahankan, mencoba untuk saling menghargai dan terbuka.

Yaa semua juga akan bilang manusia tuh ga pernah puas, di kaseh yang dia mau, minta lebih.. pas-pasan juga, komplain. Yaa begitulah hidup. Hidup yang serba complicated. Semua tidak akan bisa menebak harus gmana dengan hidup dan cinta selain harus berusaha dan berdoa.
..Ketika semua itu jauh dari pikiran kita..

 Yang sudah2 gw jabarkan diatas adalah sebagian dari cerita tentang cinta. Pasti masih banyak cerita aneh tentang cinta deyh.. hehehehe.. Cinta yang muncul tiba-tiba, cinta yang sekejap menghilang, cinta yang terus membara, cinta karena alasan, cinta.. cinta.. cinta..




Comments

Popular Posts