Harapan Hilang, Muncul Rencana Baru


Berbagi cerita dengan sahabat ataupun orang yang kita percayai itu memberikan perasaan lega yang berbeda dari biasanya. Hal ini memunculkan reaksi ekspresi yang bahagia pada wajah, muka yang awalnya tegang menjadi sedikit mengendur, inilah yang dimunculkan dari sisi psikologis seseorang ketika mereka meluapkan emosinya.
Meluapkan emosi biasanya karena ketidakpuasan akan suatu harapan atau keinginan yang tidak terwujud. Wajar?Wajar sekali. Dan memang benar, kalau harapan itu hanya rencana yang tertulis di kepala kita agar bisa diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Disaat harapan tidak kunjung datang, saat rasa putus asa sudah diujung tanduk. Ketika emosi sudah tidak terbendungi lagi, apa yang bisa kita harapkan di dalam hidup ini?? Hanya ada dua pilihan, menyerah atau maju terus. 
Apakah Tuhan berpihak kepada kita? Berpihak pada harapan yang kita inginkan? Tidak selalu, kadang adakalanya Tuhan menolak harapan kita. Jahat? Tidak, karenaTuhan lebih tahu kebutuhan kita, bukan keinginan kita tapi namanya juga manusia tidak akan pernah puas.
So?Apa yang harus kita lakukan? Diam sejenak dan merenungi tapi bukan berarti hanya diam saja tanpa solusi, “Kuasailah dirimu dan jadilah tenang. Supaya kamu dapat berdoa” (1 Petrus 4: 7b). Dengan berdoa, berbicara dengan Tuhan dari hati ke hati membantu memecahkan masalah walaupun kita sendiri yang harus menyelesaikan masalah itu.
Dalam segala segi kehidupan, saya percaya bahwa Tuhan akan menjadikan semuanya indah pada waktuNya (Pengkhotbah 3:11). Jadi berusahalah untuk tidak takut akan hilangnya harapan, karena Tuhan selalu mempunyai rencana baru untuk kita. Easy to say, it’s hard to do so, believe Him! ARN




Comments