Aku bukanlah siapa-siapa
Beranjak semakin dewasa, semakin kita mengenal diri kita itu seperti apa. Semakin mengetahui kekurangan dan kekuatan sendiri. Tapi apabila kita kurang memahami diri kita 100%, apa yang menjadi kesalahan kita?
Sampai detik ini, aku mengetahui diriku itu seperti apa. Tapi ternyata, ak tidak mengetahuinya secara keseluruhan, ak tidak sehebat yang aku kira. Aku masih banyak kekurangan dan bahkan kadang aku suka jalan ditempat.
Apa karena akunya terlalu cuek dalam mengembangkan diri sendiri atau aku tidak peduli apa yang harus terjadi pada diriku. Seakan-akan tetap berpikir bahwa dunia ini masih mempunyai waktu yang panjang sekali.
Aku tidak mau menjadi sok bijak, padahal diriku masih egois. Aku tidak mau menjadi orang yang baik hati, padahal diriku masih suka iri hati. Kadang aku tidak bisa memenangkan diri sendiri karena aku tidak mau orang lain melihatku sebelah mata. Kadang aku merasa bahwa aku kurang percaya diri karena itu aku lebih banyak memilih diam. Kadang aku merasa aku tidak bisa membela diriku sendiri.
Begitu banyak pikiran negatif yang menghantui sekarang ini. Seakan-akan semuanya menjadi gelap dan lemah dalam hidup ini. Seperti sekarang ini, aku merasa tidak mempunyai arah apa yang ingin aku capai. Bayangan masa depan pun tiba-tiba seperti tertutup awan gelap.
Mungkin aku kurang bersyukur atas apa yang terjadi pada diriku. Mungkin aku kurang bisa membaca situasi ini karena aku terlalu cuek menatap ke depan apa yang menjadi prioritasku.
Aku merasa aku tidak ingin orang merasakan apa yang aku rasakan, ada saatnya aku menyerah akan apa yang harus aku lakukan. Menyerah atau pasrah sepertinya sama saja sekarang ini.
Sampai detik ini, aku mengetahui diriku itu seperti apa. Tapi ternyata, ak tidak mengetahuinya secara keseluruhan, ak tidak sehebat yang aku kira. Aku masih banyak kekurangan dan bahkan kadang aku suka jalan ditempat.
Apa karena akunya terlalu cuek dalam mengembangkan diri sendiri atau aku tidak peduli apa yang harus terjadi pada diriku. Seakan-akan tetap berpikir bahwa dunia ini masih mempunyai waktu yang panjang sekali.
Aku tidak mau menjadi sok bijak, padahal diriku masih egois. Aku tidak mau menjadi orang yang baik hati, padahal diriku masih suka iri hati. Kadang aku tidak bisa memenangkan diri sendiri karena aku tidak mau orang lain melihatku sebelah mata. Kadang aku merasa bahwa aku kurang percaya diri karena itu aku lebih banyak memilih diam. Kadang aku merasa aku tidak bisa membela diriku sendiri.
Begitu banyak pikiran negatif yang menghantui sekarang ini. Seakan-akan semuanya menjadi gelap dan lemah dalam hidup ini. Seperti sekarang ini, aku merasa tidak mempunyai arah apa yang ingin aku capai. Bayangan masa depan pun tiba-tiba seperti tertutup awan gelap.
Mungkin aku kurang bersyukur atas apa yang terjadi pada diriku. Mungkin aku kurang bisa membaca situasi ini karena aku terlalu cuek menatap ke depan apa yang menjadi prioritasku.
Aku merasa aku tidak ingin orang merasakan apa yang aku rasakan, ada saatnya aku menyerah akan apa yang harus aku lakukan. Menyerah atau pasrah sepertinya sama saja sekarang ini.
Comments
Post a Comment