Bergerak di luar kotak
Pembicaraan yang ringan kami mulai, dengan hanya sebatas menanyakan bagaimana kabar saya dan sebaliknya. Pertemuan dengan teman lama merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu karena mereka sudah menjadi bagian dari kehidupan saya.
Seperti mengulas kembali apa yang sudah pernah kita lakukan, tertawa dan berbincang, tidak ada yang berubah. Yang berubah hanyalah umur dan perkembangan hidup kami. Yaa kami sudah beranjak dewasa dan sudah memiliki rencana dalam tujuan hidup kami.
Hari semakin malam, obrolan kami pun mengarah ke hal yang lebih serius, "langkah untuk masa depan" yaapp pembicaraan ini akan mengisi malam yang begitu panjang. Bukan membicarakan tentang hubungan kami sebagai teman lama tapi masa depan kami secara individu. Terlontarlah kata 'comfort zone'. Ohh hal inilah yang menjadi pembicaraan kami malam itu. Dan saya di'pojok'kan secara halus. Saat dia bertanya wanita biasanya itu terlalu nyaman dengan daerah aman mereka, sayapun langsung nyeletuk 'sapa bilang? ga semua', kemudian tambah dia 'berarti ada keinginan dari kamu untuk maju dunk'. Tiba-tiba, waktu seperti berhenti dan sambaran kilat menghampiriku.
'comfort zone' dan 'masa depan' --- ahh obrolan yang cukup membebani pikiran saya. Sebagai perempuan, ketiga hal itu sangat mempengaruhi pikiran saya. Saya mencintai apa yang saya lakukan sekarang tapi apakah itu cukup? Pembahasan pun semakin seru, sampai akhirnya saya hanya bisa menganggukkan kepala menyatakan setuju apa yang dia katakan.
Berarti kesimpulannya saya masih berada di comfort zone saya, yang kalau dinilai berdasarkan skala yaitu 4 dari 10. Mengapa demikian? apa karena saya terlalu mencintai apa yang ada sekarang?! Hmm.... Not good at all.. Bukan berarti saya tidak mengalami perkembangan tapi hanya tidak signifikan saja.
Bergerak diluar kotak.Ketika kita sudah berada diluar kotak itu. Apa yang bakal terjadi? ketidakterbatasan, expansi, kreativitas, . Semua tidak membatasi kita dalam berpikir, tapi apakah itu bisa berhasil?
Obrolan kami pun semakin bertambah serius, 'mindset kita yang harus berubah nie!', dan teman saya mendapatkan anggukan kepala dari saya yang menyatakan saya setuju. 'Banyak perubahan yang ak dapat nie, yang pertama kita harus bisa selalu (uda harus, pake bisa plus selalu) untuk berpositif thinking. Itu point pertama'. Yess.. saya pun menganggukan kepala lagi. 'Terus juga, gengsi. Buang jauh-jauhlah nie gengsi itu' saya pun menimpal pernyataan dia bukan hanya dengan anggukkan tapi juga tawa kecil.. (dalam hati, ahh kenapa kamu bisa mengenai sasaran dengan tepat sekali). Dan terakhir menurut dia adalah 'keluar dari comfort zone kamu.. Yaa.. kamu terlalu betah, kamu sepertinya tidak mau atau belum bisa melompat keluar garis kotak itu yaa..' Yess.. Dia pun mendapat anggukkan kepala dari saya lagi. Seandainya ada perlombaan anggukkan kepala terbanyak dalam pertandingan, saya mungkin sudah menang mutlak karena anggukkan saya banyak malam itu. hehehe..
Ahh teman, kamu memberikan secarcik cahaya yang perlu saya asah lagi, tapi apakah asahan itu bisa lebih bersinar nantinya? Seandainya jawaban itu sudah ada di buku halaman terakhir, mungkin aku akan mengintip dulu bagaiman hasil akhirnya.
*chit chat ringan.. semoga membantu kita dalam merubah mindset kita.
xoxo
Berarti kesimpulannya saya masih berada di comfort zone saya, yang kalau dinilai berdasarkan skala yaitu 4 dari 10. Mengapa demikian? apa karena saya terlalu mencintai apa yang ada sekarang?! Hmm.... Not good at all.. Bukan berarti saya tidak mengalami perkembangan tapi hanya tidak signifikan saja.
Bergerak diluar kotak.Ketika kita sudah berada diluar kotak itu. Apa yang bakal terjadi? ketidakterbatasan, expansi, kreativitas, . Semua tidak membatasi kita dalam berpikir, tapi apakah itu bisa berhasil?
Obrolan kami pun semakin bertambah serius, 'mindset kita yang harus berubah nie!', dan teman saya mendapatkan anggukan kepala dari saya yang menyatakan saya setuju. 'Banyak perubahan yang ak dapat nie, yang pertama kita harus bisa selalu (uda harus, pake bisa plus selalu) untuk berpositif thinking. Itu point pertama'. Yess.. saya pun menganggukan kepala lagi. 'Terus juga, gengsi. Buang jauh-jauhlah nie gengsi itu' saya pun menimpal pernyataan dia bukan hanya dengan anggukkan tapi juga tawa kecil.. (dalam hati, ahh kenapa kamu bisa mengenai sasaran dengan tepat sekali). Dan terakhir menurut dia adalah 'keluar dari comfort zone kamu.. Yaa.. kamu terlalu betah, kamu sepertinya tidak mau atau belum bisa melompat keluar garis kotak itu yaa..' Yess.. Dia pun mendapat anggukkan kepala dari saya lagi. Seandainya ada perlombaan anggukkan kepala terbanyak dalam pertandingan, saya mungkin sudah menang mutlak karena anggukkan saya banyak malam itu. hehehe..
Ahh teman, kamu memberikan secarcik cahaya yang perlu saya asah lagi, tapi apakah asahan itu bisa lebih bersinar nantinya? Seandainya jawaban itu sudah ada di buku halaman terakhir, mungkin aku akan mengintip dulu bagaiman hasil akhirnya.
*chit chat ringan.. semoga membantu kita dalam merubah mindset kita.
xoxo
Comments
Post a Comment