Bertukar pikiran

Beberapa hari ini saya seperti mendapatkan suatu ilham yang baru. Bukan hanya mendengar, bercerita namun juga  membuka pikiran saya. Hal yang menarik adalah perencanaan masa depan, bukan hanya dari soal materi tapi kepuasan batin. Menurut saya, kepuasan batin itu mampu membangkitkan berpikir positif dan merubah apa yang sudah melekat di dalam diri kita.
Berbagi cerita dengan teman selalu membukakan pikiran saya untuk berpikir ulang lagi apa yang harus saya lakukan, teman memberikan masukan yang patut kita pertimbangkan namun tidak harus kita ikuti. Lebih menyenangkan lagi, saat mereka membantu memecahkan masalah kita, mencarikan solusi untuk hidup saya ke arah yang lebih baik.
Selain itu, bertukar pikiran itu memberikan penyegaran dan pengetahuan yang baru karena saya ingin mendapatkan informasi yang baru. Tipikal saya adalah orang yang sangat visual, kalau untuk urusan pendengaran saya kurang menyerap dengan baik namun saya termasuk orang yang peka.
Itulah yang saya butuhkan, yaitu teman dan motivasi. Yaa kalau untuk pasangan hidup seyh pasti membantu saya dalam hidup saya secara keseluruhan.
Saya senang sekali kalau obrolan yang kami mulai menumbuhkan suatu arti baru tentang hidup. Obrolan bisa dari segi mana aja, saya ga peduli mulai darimana tapi setelah pertemuan selesai, ada hal yang bisa saya refresh lagi. 
Senang bertemu dengan orang baru tapi orang baru nya juga harus mau terbuka akan banyak hal. Itu pasti sangat menyenangkan. Bisa dibayangkan ga kalau kita bertemu dengan orang baru tapi dia menutup dirinya? aduh mau memulai bicara juga susah. Tapi saya bukan tipikal orang yang bisa langsung memulai pembicaraan setiap kali, kadang saya juga butuh dipancing. 
Ada sebuah buku yang membuka lagi pikiran saya mengenai bagaimana kita meningkatkan kualitas kita, yaa salah satunya dengan menginvestasikan waktu bersama dengan orang-orang bukan menghabiskan waktu bersama orang-orang, saya mungkin paham artinya tapi apakah dengan itu saya bisa memperbaiki kualitas saya? yaa pasti bisa tapi semua proses. Satu lagi yaitu meluangkan waktu untuk merencanakan dan mengantisipasi masalah bukan hanya menanggapi suatu masalah. -- Jadi saya harap untuk diri saya sendiri saya harus punya waktu untuk merencanakan dan mengantisipasi masalah.
Mempunyai teman adalah hal yang berarti!! Saya tidak mau kehilangan teman-teman saya hanya karena perkara kecil yang tidak masuk akal dan saya tidak membutuhkan larangan untuk bertemu dengan teman-teman saya. 

Comments

Popular Posts