learning to accept yourself

Belajar banyak dari pengalaman hidup itu memberikan penghargaan yang luar biasa kepada hidup kita, salah satunya kita menjadi sangat menghargai hidup yang kita jalani, bukan terus-terusan komplain. Tidak komplain itu adalah hal yang sangat susah untuk dilakukan, apalagi tidak sesuai dengan kemauan dan kehendak kita. Komplain itu ditujukan kepada sesuatu yang tepat, bukan hal yang kurang tepat sehingga sasarannya bisa pas.

Sejujurnya, gw termasuk orang yang suka komplain tapi makin kesini gw semakin merasa bahwa gw perlu komplain kalau memang itu harus dikomplain. Komplainan yang gw utarakan biasanya mengenai kecenderungan orang yang kurang peduli, tidak sopan, tidak menghargai orang lain, etc. Belajar dari banyak hal dan Alkitab membuat gw menyadari bahwa hidup itu tidak ada yang sempurna. Indeed, its means a lot to me..

Tapi kita cenderung selalu komplain tentang diri kita, terutama tubuh kita. Exactly!!!
Dengan semakin banyaknya informasi yang kita terima, kita dimanjakan oleh dunia visual, kadang-kadang membuat kita suka mengkritik tentang segala 'yang awalnya baik-baik saja' dengan sesuatu yang sempurna walaupun sebenarnya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Komplain boleh-boleh saja tapi menjadi sangat mengerikan ketika kita menjadi sangat obsesi dengan kesempurnaan itu.

Dunia visual itu mendoktrin kita kecuali kita menyerap dan menyaringnya terlebih dahulu.

We are born uniquely.. Kembar identik pun masih mempunyai perbedaannya, so kenapa kita harus terobsesi dengan yang namanya sempurna.. Akankah lebih enak kalau kita menjadi lebih baik daripada harus mengejar kesempurnaan itu? Belajar untuk menerima diri kita apa adanya memang masih susah karena pandangan dunia akan kesempurnaan itu masih melekat. Especially, model with a good skin (white skin), long hair, skinny / thin body are always be a trademark for some people.. Mereka sepertinya mengejar2 kesempurnaan itu..
Lucky you who was born like those criteria. Tapi mereka yang ga lahir seperti itu, dimana mereka harus merasa puas akan diri mereka, akhirnya mereka mengikuti agar menjadi 'sempurna'..

Lebih seru kalau kita bisa melihat seseorang itu berbeda, jangan hanya melihat fisiknya saja. Menurut gw, banyak sekali mereka yang berbakat di dunia ini bukan karena mereka terlahir 'sempurna'.
Banyak berkenalan dengan orang yang berbeda-beda menyadari gw bahwa setiap orang itu mempunyai kelebihan masing-masing dan mereka itu unik.. Gw sangat menghargai mereka karena mereka sendiri pun yang menghargai mereka. Hal yang paling gw suka ketika bertemu dengan orang adalah bukan mengeluh tentang tubuhnya tapi bercerita tentang sesuatu hal yang menarik bagi dia.. dream, passion, experience, etc.. kenapa? karena itu memberikan banyak informasi dan menambah pengetahuan gw..

Geeks are born geeks, but we never knows that they have a dream yang kadang membuat kita menganga.. Being smart is a bless, being wise is a compliment..

Tanpa disadari kalau kita mengeluh terus tentang diri kita, berarti kita ga suka akan diri kita dan bisa menjadikan kita seseorang minder.. Akankah lebih baik kalau kita berusaha untuk memperbaiki sikap negatif kita.. Semakin ke sini, gw tidak terlalu suka dengan orang yang selalu mengeluh, dikit-dikit mngeluh bla bla dan bla, padahal itu sesuatu yang sepele.. be wisely please..

Gw juga masih belajar untuk menerima gw apa adanya, bukan berarti gw tidak berusaha untuk memperbaiki diri gw, belajar mencari kekurangan gw dan melakukan hal yang gw suka..
Kok belajar mencari kekurangan gw? -- yaa iyalah, karena menurut gw dengan semakin gw mengetahui kekurangan gw, berarti gw bisa memperbaiki kekurangan gw ke dalam bentuk hal yang lebih positif.


Adios!!
Complain wisely

Comments

Popular Posts