Indahnya berbagi
Gw bukan ingin memamerkan apa yang telah gw lakukan untuk mendapatkan pujian.. Bukan itu, karena menurut gw pujian itu hanya sesaat rasanya -- walau sometimes kita ingin pujian itu.. hohoho..
Tengah malam lebih tepatnya gw bersama teman-teman di gereja berangkat keliling bandung untuk membagikan bingkisan natal.. this is my first time to do like this.. and i have no idea kyk gmananya..
Keberangkatan ini menyembunyikan rasa sukacita yang begitu dalam, melihat sesuatu yang dari biasanya.. Kehidupan yang diluar dr kebiasaan.. Dimana orang2 masih mengadu nasib untuk memikirkan apa yang harus dia makan bsok, memikirkan bagaimana rejekinya besok.. Disaat kita tertidur pulas, mereka harus mengais tenaga untuk mendapatkan uang atau hanya selembar uang agar bisa menyambung hidup keesokan harinya. Memikirkan keluarga yang dia sayangi dan mengorbankan waktu tidurnya untuk mendapatkan rejeki..
Menyusuri jalan di Bandung bukanlah sebentar..
Perlahan-lahan kita menyusuri jalan Bandung ditemani dengan rintikan hujan dan kabut serta lampu jalanan yang redup..
Sebagian kendaraan masih berlalu lalang.. Waurng-warung masih ada yang buka..
Di sisi jalan kami melihat, para tukang becak yang sedang memarkirkan becaknya untuk mencari penumpang, yang kita tahu bahwa jarang sekali penumpang yang akan naik.. Para tukang becak ditemani dengan semilir angin Bandung yang ketika tengah malam begitu menusuk ke tubuh.. Mereka hanya tertidur di dalam becaknya sambil menunggu penumpang yang lewat.. Bahkan kami juga melihat para tukang becak yang sudah tua mengais pedal sambil membawa berkilo-kilo sayuran sampai menutupi wajahnya.. Tampak mudah tapi itu bukan pekerjaan yang mudah, belum tentu kita mau mengais pedal pada malam hari dan meninggalkan jam tidur kita..
Perjalanan terus kita telusuri, banyak pemulung yang mencari gelas-gelas plastik bekas, mengangkat sampah yang ada di jalan.. Bukan kah akan lebih mudah jika kita membuang sampah pada tempatnya agar mereka lebih mudah untuk mencarinya -- gw tahu bahwa kadang mereka masih membongkar sampah2 yang sudah tersusun rapi.. tapi mau gmn lagi kalau kita tidak memisahkan sampah2 itu sendiri..
Sampai akhir perjalanan, kami bertemu dengan seorang ibu yang sedang menyapu jalanan jam 2 malam hanya untuk membersihkan jalan raya.. atau mungkin dia hanya ingin menemukan sesuatu yang bisa dijualnya.. seorang ibu yang terlihat malu dan sepertinya tidak ingin dilihat wajahnya.. saat kami menghampirinya, dia seperti ketakutan.. namun, kami berusaha untuk menghiburnya agar dia tersenyum.. Ibu mendapatkan bingkisan terakhir dari kami..
Rasa plong dan terharu meliputi hati gw.. Merasakan kedamaian dalam hati dan memberikan arti yang berbeda dalam hidup gw..
Gw suka sekali melihat ke atas dan rasanya gw ingin meraih tinggi2 tapi gw suka tersadar bahwa gw harus masih melihat ke bawah.. mereka yang belum beruntung.. mereka yang terjebak dalam kehidupan ini.. mereka yang hidup hanya untuk hari ini.. mereka yang sederhana.. Itulah orang-orang yang harus gw lihat agar membuat gw tersadar untuk melihat ke bawah lagi..
Bukan materi yang berlebih yang mereka cari, tapi materi secukupnya agar bisa melihat keluarganya tersenyum..
Tengah malam lebih tepatnya gw bersama teman-teman di gereja berangkat keliling bandung untuk membagikan bingkisan natal.. this is my first time to do like this.. and i have no idea kyk gmananya..
Keberangkatan ini menyembunyikan rasa sukacita yang begitu dalam, melihat sesuatu yang dari biasanya.. Kehidupan yang diluar dr kebiasaan.. Dimana orang2 masih mengadu nasib untuk memikirkan apa yang harus dia makan bsok, memikirkan bagaimana rejekinya besok.. Disaat kita tertidur pulas, mereka harus mengais tenaga untuk mendapatkan uang atau hanya selembar uang agar bisa menyambung hidup keesokan harinya. Memikirkan keluarga yang dia sayangi dan mengorbankan waktu tidurnya untuk mendapatkan rejeki..
Menyusuri jalan di Bandung bukanlah sebentar..
Perlahan-lahan kita menyusuri jalan Bandung ditemani dengan rintikan hujan dan kabut serta lampu jalanan yang redup..
Sebagian kendaraan masih berlalu lalang.. Waurng-warung masih ada yang buka..
Di sisi jalan kami melihat, para tukang becak yang sedang memarkirkan becaknya untuk mencari penumpang, yang kita tahu bahwa jarang sekali penumpang yang akan naik.. Para tukang becak ditemani dengan semilir angin Bandung yang ketika tengah malam begitu menusuk ke tubuh.. Mereka hanya tertidur di dalam becaknya sambil menunggu penumpang yang lewat.. Bahkan kami juga melihat para tukang becak yang sudah tua mengais pedal sambil membawa berkilo-kilo sayuran sampai menutupi wajahnya.. Tampak mudah tapi itu bukan pekerjaan yang mudah, belum tentu kita mau mengais pedal pada malam hari dan meninggalkan jam tidur kita..
Perjalanan terus kita telusuri, banyak pemulung yang mencari gelas-gelas plastik bekas, mengangkat sampah yang ada di jalan.. Bukan kah akan lebih mudah jika kita membuang sampah pada tempatnya agar mereka lebih mudah untuk mencarinya -- gw tahu bahwa kadang mereka masih membongkar sampah2 yang sudah tersusun rapi.. tapi mau gmn lagi kalau kita tidak memisahkan sampah2 itu sendiri..
Sampai akhir perjalanan, kami bertemu dengan seorang ibu yang sedang menyapu jalanan jam 2 malam hanya untuk membersihkan jalan raya.. atau mungkin dia hanya ingin menemukan sesuatu yang bisa dijualnya.. seorang ibu yang terlihat malu dan sepertinya tidak ingin dilihat wajahnya.. saat kami menghampirinya, dia seperti ketakutan.. namun, kami berusaha untuk menghiburnya agar dia tersenyum.. Ibu mendapatkan bingkisan terakhir dari kami..
Rasa plong dan terharu meliputi hati gw.. Merasakan kedamaian dalam hati dan memberikan arti yang berbeda dalam hidup gw..
Gw suka sekali melihat ke atas dan rasanya gw ingin meraih tinggi2 tapi gw suka tersadar bahwa gw harus masih melihat ke bawah.. mereka yang belum beruntung.. mereka yang terjebak dalam kehidupan ini.. mereka yang hidup hanya untuk hari ini.. mereka yang sederhana.. Itulah orang-orang yang harus gw lihat agar membuat gw tersadar untuk melihat ke bawah lagi..
Bukan materi yang berlebih yang mereka cari, tapi materi secukupnya agar bisa melihat keluarganya tersenyum..
Comments
Post a Comment