between love and logic

Tipis bgt perbedaan antara cinta dan logika, sama halnya seperti cinta dan benci..
Gw mau sedikit sharing tentang ini.. cinta dan logika.. Gw pernah mention mslh ini di blog gw sebelumnya seyh..
Banyak orang (terutama disekitar gw) memenangkan perasaan yang dimilikinyaa, padahal dia tidak yakin ke depannya akan seperti apaa.. (sorry if you feel that its you)..
Perasaan itu emang sesuatu yang sangat lembut dan bahkan kita tidak ingin melukainya.. Bahkan kadang kita memenangkan perasaan ini hanya untuk kebahagiaan kita semata..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kenapa gw bisa nulis spt ini? ini bukan hal yang gw lihat secara teori tapi gw pernah merasakan sendiri... akhirnya gw pernah merasakan sendiri.. Jadi gw paham bgt kenapa kita juga harus memenangkan logika kita.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Manusia terbiasa dengan tidak hidup sendiri karena manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Manusia diciptakan Tuhan dengan fungsi otak yang berbeda-beda.. Tuhan menciptakan manusia dengan pikiran dan perasaan..
Manusia adalah makhluk yang kompleks.. Tidak ada penelitian yang bisa menjelaskan dengan pasti manusia itu seperti apa, karena manusia itu sifatnya berubah2,, bukan sesuatu hal yang eksak..
Bukan E = m.c2 (kuadrat)  atau L = panjang x lebar..
So, kalau dikaitkan dengan cinta dan logika, itu seperti apa?
Kita menyayangi pasangan kita seperti layaknya pasangan.. Kita akan berbuat apa aja agar pasangan kita bahagia.. Kita tidak suka apa yang pasangan kita sukai tapi kita lebih memilih diam.. Kita lebih baik mengalah daripada harus berdebat dan akhirnya menimbulkan perselisihan.. Kita kita dan kita.. kita adalah subjek pertama, dimaksudkan kepada lo yang membaca dan gw..
Tapi hubungan itu tetap bertahan lama dan bisa saja melangkah ke jenjang level berikutnya. Baguss bgt kalau akhirnya bisa berakhir bahagiaa.. im so happy for that.. tapi kalau akhirnya end up dngn kata 'yaa abis ga ada yang lain' atau 'yaa gw sayang sm dia seyh' atau 'yaa mau gmn lagi' -- desperadoo bgt yaa..

Yaa,, sebenarnya semua kembali ke indivisu masing2 yaa.. gw hanya mengeluarkan opini gw bahwa cinta dan logika itu harus dipisahkan.. jangan terlalu cinta akhirnya tidak berpikir sehat, jangan terlalu berlogika akhirnya selalu memikirkan untung dan rugi dalam berhubungan..
Balancing!!!
"kalau kamu terjun ke jurang, aku juga ikut terjun ke jurang" -- kalau keselokan palingan kena lintah.. hehehe..  atau "i will die anything for you" -- is it?? gw taunya cuman ada di romeo dan juliet.. g o m b a l

Comments

Popular Posts