dont be so serious
Coba jawab,
hal apa yang sudah serius dan kemudian di bahas lebih serius lagi?
yang menyebabkan ketakutan dan akhirnya tidak mau dibahas?
jawabannya bisa politik, sekolah, ujian, skripsi dan juga agama. atau ada jawaban lain?
Politik kalau dibahas ga ada abisnyaa makanya saya tidak terlalu suka mendalami politik karena saya ga mau akhirnya otak saya berubah menjadi otak politik *nyambung yaaa.. hehehe
Ujian??? kalau ujian seyh saya ga takut.. Saya punya Tuhan.. Ujian dalam hidup kan? Beribu-ribu ujian dalam hidup yang memenuhi kehidupan saya, bukan hanya sandang pangan yang memenuhi kehidupan saya tapi ujianpun seperti itu. Tapi kali ini berbeda, dulu saya mundur dan takut bahkan menghindari ujian tersebut karena saya merasa tidak perlu menyelesaikannya karena sejalannya dengan waktu ujian itu akan lenyap dan tidak terlihat lagi. Tapi ternyata itu salah yaa.. Sampai kapanpun akan selalu teringat dan tidak akan pernah lupa karena alam bawah sadar itu berpartisipasi.
So, saya akhirnya menyerahkan ujian saya kepada Tuhan, biar dia yang menyelesaikan..Jahat yaa.. saya yang kasih soal tapi saya suruh Tuhan menjawabnya.. Tapi jgn salah, saya kasih clue juga ke Tuhan karena saya yang belajar.. Ngerti kan maxudnyaa.. hehehhee
Skripsi?? wahh itu hal yang sering ditunda-tunda oleh umat manusia jika tidak mempunyai kedisplinan dan motivasi serta niat, fokus yang sangat sangat kuat. Sama halnya kyk saya, saya juga menunda2 sampai sidangpun saya hanya bilang sama Tuhan, yang penting lulus yaa Tuhan, saya sudah merasa mentok. Bener lulus tapi hasil yaa suka2 Tuhan kasih lah yaa.. Itu juga harus patut disyukuri. hehehe
Agama? nah ini hal yang risky (bukan nama sebenarnya), sensitif dan pribadi. Kalau kita menyinggung sedikit bahkan berkata salah sedikit ajaa, waahh bisa berabe.. semoga seyh ga berhadapan sama tukang pukul yaa.. selain itu, untuk menanggapi agama sendiri sometimes we need a jokes.. people usually learn quickly from a joke
hal apa yang sudah serius dan kemudian di bahas lebih serius lagi?
yang menyebabkan ketakutan dan akhirnya tidak mau dibahas?
jawabannya bisa politik, sekolah, ujian, skripsi dan juga agama. atau ada jawaban lain?
Politik kalau dibahas ga ada abisnyaa makanya saya tidak terlalu suka mendalami politik karena saya ga mau akhirnya otak saya berubah menjadi otak politik *nyambung yaaa.. hehehe
Ujian??? kalau ujian seyh saya ga takut.. Saya punya Tuhan.. Ujian dalam hidup kan? Beribu-ribu ujian dalam hidup yang memenuhi kehidupan saya, bukan hanya sandang pangan yang memenuhi kehidupan saya tapi ujianpun seperti itu. Tapi kali ini berbeda, dulu saya mundur dan takut bahkan menghindari ujian tersebut karena saya merasa tidak perlu menyelesaikannya karena sejalannya dengan waktu ujian itu akan lenyap dan tidak terlihat lagi. Tapi ternyata itu salah yaa.. Sampai kapanpun akan selalu teringat dan tidak akan pernah lupa karena alam bawah sadar itu berpartisipasi.
So, saya akhirnya menyerahkan ujian saya kepada Tuhan, biar dia yang menyelesaikan..Jahat yaa.. saya yang kasih soal tapi saya suruh Tuhan menjawabnya.. Tapi jgn salah, saya kasih clue juga ke Tuhan karena saya yang belajar.. Ngerti kan maxudnyaa.. hehehhee
Skripsi?? wahh itu hal yang sering ditunda-tunda oleh umat manusia jika tidak mempunyai kedisplinan dan motivasi serta niat, fokus yang sangat sangat kuat. Sama halnya kyk saya, saya juga menunda2 sampai sidangpun saya hanya bilang sama Tuhan, yang penting lulus yaa Tuhan, saya sudah merasa mentok. Bener lulus tapi hasil yaa suka2 Tuhan kasih lah yaa.. Itu juga harus patut disyukuri. hehehe
Agama? nah ini hal yang risky (bukan nama sebenarnya), sensitif dan pribadi. Kalau kita menyinggung sedikit bahkan berkata salah sedikit ajaa, waahh bisa berabe.. semoga seyh ga berhadapan sama tukang pukul yaa.. selain itu, untuk menanggapi agama sendiri sometimes we need a jokes.. people usually learn quickly from a joke
Comments
Post a Comment