Ternyata dia bukan yang terbaik
Menjalin hubungan selama 2 tahun itu bukanlah hal yang mudah dan cepat. Banyak sekali yang kita lalui dari yang susah hingga senang.. semua kita lalui bersama, saling bertukat pikiran, pendapat dan mencoba untuk memahami satu sama lain serta berkorban untuk yang lainagar kehidupan kami berjalan baik-baik saja.
Namun, perjalanan ini kandas di tengah jalan karena memang ak menginginkan kepastian dari ketidakpastian dalam perjalanan kita ini. Dialah yang akhirnya dengan berusaha keras untuk tidak menjalin hubungan lebih serius dengan aku yang berbeda agama dengan dia, walaupun ak sudah berusaha dan meyakinkan supaya hubungan kita bertahan.
Akhirnya kita putus tapi dia tidak ingin hubungan ini langsung putus begitu saja, sebaliknya ak menginginkan hubungan ini berakhir dengan tanpa berhubungan. Tapi dia tidak setuju, aku pun mengalah dan menjalankannya walaupun terasa sangat menyenangkan.
Kembali lagi, dia berkata bahwa seandainya aku mau move-on, aku bilang ke dia agar dia move-on juga. Tapi apa yang aku dapat?? dia akhirnya membohongi aku dan dia pun akhirnya move-on duluan. Dengan enaknya dia bilang 'ya kita kan harus move-on'.. haloo?? selama ini sapa yang mengharapkan aku move-on duluan.. keliatan sekali bahwa dia tidak ingin sedih. -- walau akhirnya aku menyetujui bahwa dia bole move-on.
Disini akulah korban yang tersakiti walaupun dia juga sakit juga tapi aku lah pihak yang ditolak, seharusnya dia mengHARGAI perasaanku, bukan malah menjalin hubungan dengan wanita lain dalam waktu dekat ini. Hanya 1 bulan lebih dia single, dimana perasaan diaa?! Sadarkah dia bahwa perasaan ini masih sakit? sadarkah dia bahwa dengan cepatnya dia berpaling dari ku setelah selama ini yang kita lalui? aku anggap dia egois, aku tau dia baik tapi dia belum bisa memahami perempuan seutuhnya. Setelah putus, keegoisan dia pun berlahan semakin tampak.
Dan keegoisannya pun semakin jelas dengan dia telah berhubungan dengan wanita lain dan sepertinya menganggap hubungan kita itu tidak ada artinya. so Pathetic!!
Namun, perjalanan ini kandas di tengah jalan karena memang ak menginginkan kepastian dari ketidakpastian dalam perjalanan kita ini. Dialah yang akhirnya dengan berusaha keras untuk tidak menjalin hubungan lebih serius dengan aku yang berbeda agama dengan dia, walaupun ak sudah berusaha dan meyakinkan supaya hubungan kita bertahan.
Akhirnya kita putus tapi dia tidak ingin hubungan ini langsung putus begitu saja, sebaliknya ak menginginkan hubungan ini berakhir dengan tanpa berhubungan. Tapi dia tidak setuju, aku pun mengalah dan menjalankannya walaupun terasa sangat menyenangkan.
Kembali lagi, dia berkata bahwa seandainya aku mau move-on, aku bilang ke dia agar dia move-on juga. Tapi apa yang aku dapat?? dia akhirnya membohongi aku dan dia pun akhirnya move-on duluan. Dengan enaknya dia bilang 'ya kita kan harus move-on'.. haloo?? selama ini sapa yang mengharapkan aku move-on duluan.. keliatan sekali bahwa dia tidak ingin sedih. -- walau akhirnya aku menyetujui bahwa dia bole move-on.
Disini akulah korban yang tersakiti walaupun dia juga sakit juga tapi aku lah pihak yang ditolak, seharusnya dia mengHARGAI perasaanku, bukan malah menjalin hubungan dengan wanita lain dalam waktu dekat ini. Hanya 1 bulan lebih dia single, dimana perasaan diaa?! Sadarkah dia bahwa perasaan ini masih sakit? sadarkah dia bahwa dengan cepatnya dia berpaling dari ku setelah selama ini yang kita lalui? aku anggap dia egois, aku tau dia baik tapi dia belum bisa memahami perempuan seutuhnya. Setelah putus, keegoisan dia pun berlahan semakin tampak.
Dan keegoisannya pun semakin jelas dengan dia telah berhubungan dengan wanita lain dan sepertinya menganggap hubungan kita itu tidak ada artinya. so Pathetic!!
Comments
Post a Comment