Sebagian kecil dari cerita saya

Sy adalah perempuan yang akan menuju dewasa, yang siap dibuahi (hahahaha). Perempuan yang sedang mencari jati diri sebenarnya, apa yang ingin sy cari di dunia ini. Sy mencoba mengali dan terus mengali apa yang harus saya tempuh di bumi ini. Makanya kenapa sy menuliskan status di BB sy 'Tuhan tunjukkan jalan mana yang harus kutempuh', itu bukan suatu ketidaksengajaan yang sy buat. Sy merasa bahwa tahun kemarin dan tahun ini adalah tahun dimana sy mengalami banyak hal, berat sekali melewati semuanya.

Tahun 2010, sy mendapatkan pekerjaan baru yang kemudian dengan bodohnya sy melepaskannya. Tapi sy tidak menyesal telah melepaskannya. Begitu banyak konflik dalam diri sy yang menginginkan sy berhenti dr pekerjaan itu.
Tahun 2010 juga sy mengakhiri hubungan sy dengan seorang laki-laki yang sudah menjadi bagian dalam hidup sy. Bukan karena ketidakcocokan sifat dan sikap, melainkan karena perbedaan prinsip yang dibilang sangat krusial, perbedaan agama. Menurut sy, ini keputusan terberat sy dalam hidup ini. Kalau dipikir2 pasti ada jalan keluarnya, tapi hingga kini kita tidak menemukannya karena kita tidak menginginkan adanya jalan keluar (dalam hati yang paling dalam), kita masih egois dengan keinginan kita sendiri. sy ingin ini, dia ingin ini.. dari kita tidak ada yang mau mengalah
Hingga tahun 2011, lebih tepatnya Januari kita memutuskan hubungan kita, benar-benar lepas, bukan sperti tahun sebelumnya yang masih dekat, rutin bertemu (kebetulan sy di bdg, dia di jkt).. woww itu berat sekali, edaannn lahhh!!!! palagi setelah mendengar dia akan move-on. Padahal sebelumnya dia bilang 'klo km move-on, blg yaa biar aku move-on juga' tapi kenyataannyaa apaa? ehh dia curi start.
Awalnya sy marah, emosi dan seakan-akan sy dibohongi. Tapi makin hari, sy berpikir buat apa sy marah, emosi kalau dia sendiri tidak memikirkan hubungan ini, bahkan sy berpikir memang dia ingin mengakhiri hubungan ini (pikiran jahat sy). Toh biasanya apa yang kita harapkan, tidak sesuai dengan kenyataannya. Sy hanya berharap jika kami berdua adalah jodoh, pasti ada jalannya, Tuhan ga akan tinggal diam.

Sebagai pengacara yang sibuk sekali a.k.a pengangguran banyak acara, sy sedikit menikmatinya walaupun duit itu rasanya cepat sekali habiss.. Banyak yang bisa sy lakukan sebelum bekerja. Sy bisa istirahat sepuasnya hingga bosen, mengutak atik kamera sy yang sempet sy cuekin, bertemu dengan sahabat dan teman-teman sy, merefleksikan diri, intropeksi diri, iktan kegiatan sosial di luar rumah, membantu balai pengobatan yg ada di dekat rumah. Bukannya sy tidak ingin bekerja, tapi Tuhan belum memberikannya.

Comments